Senin, 24 Maret 2014

PRINSIP DIET IBU HAMIL DENGAN DIABETES MELITUS



DIABETES MELITUS

Diabetes melitus adalah suatu kelainan yang ditandai dengan gangguan metabolisme karbohidrat,lemak dan protein.Sering terjadi hiperglikemia dan Glukosuria


PATOFISIOLOGI

Ada 2 tipe DM:

Ø Tipe 1 atau IDDM(insulin Dependent DM),akibat kekurangan insulin karena kerusakan dari sel beta pankreas.Sebagian besar individu dengan IDDM biasanya dengan berat badan normal atau di bawah normal,Gejala Klasik IDDM yang tidak di obati adalah Poliuria,Polidpsia(Peningkatan cairan yang masuk),Polofagia(peningkatan makanan yang masuk.)dan kehilangan berat.

Ø Tipe II atau NIDDM(non –insulin dependend DM)ini di tandai dengan kerusakan fungsi sel beta pankreas dan resisten insulin,atau oleh menurunnya pengambilan glukosa oleh jaringansebagai respon terhadap insulin.kadar insulin dapat normal,turun atau meningkat,tapi sekresi insulin tergaggu dalam hubungannya obatadengan tingkat hiperglikemia.ini biasanya di diagnosa setelah berusia 30 tahun dan 75% dari individu dengan tipe II adalah obesitas atau dengan riwayat obesitas.


PENGOBATAN

Pengobatan diabetes melitus bergantung pada pola pengontrolan diet dan pengobatan bila diperlukan. Beberapa individu dengan DM diobati dengan:insulin atau obat oral hipoglisomik






DIET

Diet adalah penatalaksanaan yang penting dari kedua tipe DM.Makanan yang masuk harus di bagi merata sepanjang hari,ini harus konsisten dari hari ke hari.adalah sangat penting bagi pasien yang menerima insulin di korrdinasikan antara makanan yang masuk dengan aktivitas insulin lebih jauh,orang dengan DM tipe II cenderung kegemukan,dimana ini berhubungan dengan resistensi insulin,bagi hiperglikemia.Toleransi glukosa sering membaik dengan penurunan berat badan
Kehamilan

Perubahan Hormonal selama kehamilan,termasuk kenaikan dari kortisol dan produksi laktogen,placenta manusia oleh placenta.Ini memberikan kontribusi terhadap intoleransi glukosa,Resistensi insulin dan lipolisis insiden dari malformasi kongenital major dapat setinggi 20% -25% diantara waita yang tidak dapat mengontrol gula darah selama trimester I.Jadi terapi intensif unntuk mempertahankansedekat mungkin ke batas normal adalah sangat di harapkan selama kehamilan.Adalah terbaik bila terapi intensif di mulai sebelum konsespsi karena sebagian besar or-ganogenesis terjadi pada awal kehamilan,wanita dengan berat badan normal memerlukan 30-35 kalori per/kg per hari,seentara obesitas di berikan sekitar 25 Kkal/kg-hari biasanya kalori ini di bagi sebagai berikut:

·        10% untuk sarapan pagi
·        30%untuk makan siang
·        30%untuk makan malam
·        30%untuk snakc

Walaupun puasa untuk beberapa jam (seperti tidur sepanjang malam).biasanya berhubungan dengan kenaikan produksi keton pada kehamilan.Karena itu dianjurkan untuk makan snack sebelum tidur.









DIABETES mellitus pada kehamilan dalam istilah kedokteran disebut diabetes mellitus gestasional. Diabetes mellitus ini mungkin hanya berlangsung selama kehamilan tetapi dapat juga berlanjut meski sudah tidak hamil lagi.
Menurut penelitian sekitar 40-60 persen ibu yang mengalami diabetes mellitus pada kehamilan dapat berlanjut mengidap diabetes mellitus setelah persalinan. Disarankan agar setelah persalinan pemeriksaan gula darah diulang secara berkala misalnya setiap enam bulan sekali.
Faktor risiko diabetes mellitus pada kehamilan adalah riwayat keguguran berulang, pernah melahirkan bayi yang beratnya sama dengan atau melebihi 4000 g, pernah mengalami preeklamsia (keracunan kehamilan), atau pernah melahirkan bayi mati tanpa sebab yang jelas atau bayi dengan cacat bawaan.
Selain itu yang juga merupakan faktor risiko adalah usia ibu hamil yang melebihi 30 tahun, riwayat diabetes mellitus dalam keluarga, serta pernah mengalami diabetes mellitus pada kehamilan sebelumnya.
Penatalaksanaan diabetes pada kehamilan sebaiknya dilakukan secara terpadu antara dokter kebidanan, penyakit dalam, ahli gizi, dan spesialis anak. Sasaran penatalaksanaan adalah mencapai kadar gula darah yang normal yaitu gula darah puasa kurang dari 105 mg/dl dan dua jam sesudah makan kurang dari 120 mg/dl. Sasaran dapat dicapai dengan melakukan pengaturan makan.
Bila diperlukan maka diberikan insulin untuk menurunkan kadar gula darah mencapai normal. Biasanya bila kadar gula darah puasa melebihi atau sama dengan 130 mg/dl di samping perencanaan makan perlu diberikaninsulin.
Bila kadar gula darah puasa di bawah 130 mg/dl, penatalaksanaan dapat dimulai dengan perencanaan makan saja. Dalam perencanaan makan dianjurkan jumlah kalori sebesar 35 kal/kg berat badan ideal, kecuali bila penderita gemuk jumlah kalori dikurangi. Pada kehamilan biasanya perlu dipertimbangkan penambahan kalori sebanyak 300 kal. Agar janin dalam kandungan dapat tumbuh secara baik dianjurkan untuk mengkonsumsi protein sebesar 1-1,5 g.
Penggunaan insulin biasanya dimulai dengan dosis kecil dan ditingkatkan sesuai kebutuhan untuk mencapai kadar gula darah yang normal. Biasanya Anda akan diajari menyuntik insulin sendiri agar tidak tergantung orang lain.
Untuk itu Anda perlu mempelajari prinsip-prinsip sterilitas, mengenal berbagai macam insulin, serta memahami dosis dan penyediaan insulin yang tepat.
Anda tidak perlu khawatir terhadap pengaruh buruk insulin pada pertumbuhan janin. Justru pemberian insulin ini diharapkan dapat membantu tercapainya kadar gula darah normal sehingga janin dapat tumbuh dengan baik dan terhindar dari kesulitan waktu melahirkan.
Bila gula darah tidak dikendalikan, maka terjadi keadaan gula darah ibu hamil yang tinggi (hiperglikemia) yang dapat menimbulkan risiko pada ibu dan juga janin.
Risiko pada janin dapat terjadi hambatan pertumbuhan karena timbul kelainan pada pembuluh darah ibu dan perubahan metabolik selama masa kehamilan. Sebaliknya dapat terjadi makrosomia yaitu bayi pada waktu lahir besar akibat penumpukan lemak di bawah kulit. Juga pernah dilaporkan terjadinya cacat bawaan karenadiabetes mellitus yang tidak diobati waktu kehamilan.
Risiko lain adalah meningkatnya kadar bilirubin bayi serta gangguan napas dan kelainan jantung. Pada ibu hamil diabetes mellitus yang tidak diobati dapat menimbulkan risiko terjadinya penyulit kehamilan berupa preeklamsi, cairan ketuban yang berlebihan, dan infeksi saluran kemih.
Jadi penatalaksanaan diabetes mellitus pada kehamilan perlu dilakukan dengan baik untuk meningkatkan taraf kesehatan ibu dan bayi.
-

DIET IBU HAMIL DENGAN DIABETES MELLITUS


A.   Kemungkinan wanita menderita DM lebih besar jika :

1. Sudah lansia & melahirkan beberapa kali
2. Kegemukan, ada glukosaria
3. Sering abortus
4. Pernah melahirkan anak besar
5. Meninggal tanpa diketahui penyebabnya

B. Prinsip diet

1. Memperbaiki keadaan umum
2. Memperhankan BB normal
3. Mempertahankan kadar glukosa darah sekitar normal
4. Memberi modifikasi diet sesuai kondisi penderita
5. Makanan disajikan menarik

C. Pengaruh DM

1. Selama hamil : abortus & prematur, preeklampsi, kesakitan janin karena hipoglikemi, kelainan letak janin
2. Dalam persalinan : distosia bahu, bayi besar, kelahiran mati, mudah terjadi infeksi, melahirkan dengan tindakan berlebihan

D. Prinsip diet DM

1. Tepat jumlah kalori yang diberikan
2. Tepat jadwal/waktu makan
3. Tepat jenis makanan
4. Jenis makanan yang dihindari : gula, sirop, cace, dodol, dll (semua yang mengandung gula)
5. Jenis bahan yang dibatasi : bahan makanan sumber karbohidrat.
6. Kenaikan BB selama kehamilan : 10-11 kg
7. Bila gemuk, tapi taksiran berat janin terlalu kecil untuk umur kehamilan maka kalori ditambah
8. Bila taksiran berat janin terlalu besar, meskipun ibunya kurus maka kalori dikurangi.


Wanita hamil yang mengalami penyakit endokrin di akibatkan karena kelainan kelenjar pankreas.Sehingga produksi hormon insulin terganggu,akibatnya terjadilah Penyakit diabetes melitus.

.Pada wanita Hamil Hal ini sangat mempengaruhi metebolisme tubuh ibu secara menyeluruh pertumbuhan dan perkembangan janin dengan demikian perlu penanganan segera,dengan pemberian diet yang bertujuan menyesuaikan makanan ddengan kesanggupan tubuh untuk menggunakannya agar ibu hamil mencapai keadaan faal normal dan dapat melakukan pekerjaan sehari hari seprti biasa.
Syarat diet ini adlaah jumlah kalori ditentukan menurut umur,jenis kelamin,berat bedan,dan tinggi badan,aktivitas,suhu tubuh,kelainan metabolik yang di anjurkan aadalah 35 Kalori per kg berat badan,Jumlah karbohidrat disesuaikan dengan kesanggupan tubuh untuk menggunakannnya,Gula murni tidak diperbolehkan makanan cukup protein,mineral dan vitamin.

Pemberian makanan disesuaikan dengan pemberian obat yang dipakai jika berupa tablet atau suntikan RI-3x/hari makanan diberikan 3x sehari bila digunakan PZI,makaanan yang diberikan 4x sehari dalam jumlah yang kurang lebih sama.Makanan selingan pukul 10 dan 21 diambil dari porsi makanan pagi dan sore.


Tidak ada komentar: