Selasa, 04 November 2014

CONTOH SOAL OBSTETRI



SOAL- SOAL OBSTETRI
Soal untuk no 1-3
Seorang perempuan umur 20 tahun datang ke pelayanan kesehatan mengeluh keluar flek-flek darah dari kemaluan dan sedikit nyeri pada supra symphisis. Anamnesa menemukan telat haid 2 bulan yang lalu, tapi belum periksa, kemarin sempat terpeleset di kamar mandi dan jatuh terduduk. Pemeriksaan tanda vital dan antopometri dalam batas normal, PPT +. TFU 1 jari diatas simfisis, ostium uteri tertutup, tidak ada jaringan-jaringan yang keluar bersama darah, HB 11 gr%.
1.       Apakah diagnosa yang tepat pada kasus diatas ?
a.       Abortus komplitus                  c. Abortus iminens                e. KET
b.      Abortus insipient                     d. Abortus inkomplitus
2.       Dibawah ini yang bukan Komplikasi yang mungkin terjadi pada abortus iminen ?
a.      Anemia                        c. Abortus inkomplitus            e. KET
b.      Infeksi                         d. Abortus Komplitus
3.       Apa tindakan yang dapat dilakukan bidan dalam praktek mandiri ?
a.       stabilisasi kondisi pasien dengan memasang infuse RL
b.      Melakukan informed consent
c.       Merujuk pasien dengan posisi trendelenderg
d.      Kuretase
e.       A,b,dan c benar
Soal untuk no 4-6
Seorang ibu umur 36 tahun, G3P2A0, datang ke pelayanan kesehatan mengeluh keluar flek-flek dari kemaluan disertai gelembung-gelembung sebesar kacang hijau sampai buah anggur. Anamnesa menemukan telat haid 2 bulan yang lalu, dan mengalami mual muntah yang lebih parah dari sebelumnya. Pemeriksaan tanda vital dan antropometri dalam batas yang normal, HB 9 gram %, PPT +. TFU 3 jari dibawah pusat, Ultrasonografi menunjukkan gambaran badai salju dan tidak terdapat janin.
4.       Apakah diagnosa yang tepat pada kasus diatas ?
a.       Kehamilan ektopik                  c. Mioma uteri             e. Endometriosis
b.      Abortus                                   d. Molahidatidosa
5.       Ada berapa jenis molahidatidosa ?
a.       2                                  c. 4                  e. semua salah
b.      3                                  d. 1
6.       Apa tindakan yang dapat dilakukan bidan dalam praktek mandiri ?
a.       Menginformasikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga dan rencana tindakan selanjutnya
b.      Memasang infus RL dengan tetesan 20 tts/menit
c.       Merujuk ibu ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap dengan prinsip BAKSOKUDA
d.      Kuretase
e.       A,b,dan c benar
Soal untuk no 7-9
Seorang perempuan umur 27 tahun G1P0A0 datang dipapah oleh suamninya ke palayanan kesehatan, mengeluh nyeri pada perutnya, disertai perut kembung, keluar flek darah dari kemaluan. Anamnesa menemukan telat haid dua minggu yang lalu. Pemeriksaan tanda vital TD : 90/60 mmHg, nadi 100x/ menit, Respirasi 28x/menit, suhu : 370C, dan ibu tampak kurang kooperatif. Adanya nyeri goyang porsio saat dilakukan pemeriksaan dalam.
7.       Apakah diagnosa yang tepat pada kasus diatas ?
a.       Kehamilan ektopik                c. Mioma uteri             e. Endometriosis
c.       Abortus                                   d. Molahidatidosa
8.       Faktor resiko yang mungkin mempengaruhi kasus tersebut ?
a.       Bekas radang pada tuba
b.      Kelainan bawaan pada tuba
c.       Gangguan fisiologik pada tuba karena pengaruh hormonal
d.      Riwayat KET sebelumnya
e.       A,b,dan c benar
9.       Apa tindakan yang dapat dilakukan bidan dalam praktek mandiri ?
a.       Informasikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga
b.      Lakukan INFORMED CONSENT
c.       Posisikan ibu dengan posisi Trendelenberg, pasang infuse NS atau RL 500 ml dengan jarum besar, berikan O2 jika diperlukan.
d.      Lakukan rujukan dengan BAKSOKUDA ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas yang lengkap.
e.       Semua benar
Soal untuk no 10-13
Seorang perempuan umur 19 tahun datang diantar suaminya ke pelayanan kesehatan mengeluh mual muntah lebih 10x, sampai tidak bisa makan dan minum dan aktivitasnya terganggu. Anamnesa mendapatkan mengalami telad haid sebulan yang lalu. Pemeriksaan tanda vital : TD 90/60 mmHg, nadi kecil dengan frekuensi 100x/menit, respirasi 28x/ menit, suhu 37,5 OC  dan ibu tampak pucat, berat badan menurun dan nyeri ulu hati, turgor berkurang, lidah mengering dan mata cekung.
10.  Apakah diagnosa yang tepat pada kasus diatas ?
a.       Kehamilan ektopik      c. Hiperemisis gravidarum   e. Endometriosis
b.      Abortus                       d. Molahidatidosa
11.  Dari kasus diatas ibu mengalami hiperemisis ?
a.       Tingkat 1                    c. tingkat 3      e. morning sickness
b.      Tingkat 2                     d. emesis
12.  Komplikasi yang dapat terjadi apabila tidak ditangani dengan cepat ?
a.       Syok hipovolemik                  c. pr-eklamsi                d. semua salah
b.      Perdarahan                              d. eklamsi
13.  Apa tindakan yang dapat dilakukan bidan dalam praktek mandiri ?
a.       Lihat kondisi pasien terlebih dahulu
b.      Jika keadaan pasien tidak baik sebaiknya dilakukan stabilisasi pasien
c.       Lakukan rujukan ke fasilitas kehesatan yang lebih tinggi.
d.      Dirawat dirumah
e.       a,b,dan c benar



soal untuk no 14-20
Seorang ibu usia 25 tahun G1P0A0 usia kehamilan 7 bulan, pagi hari datang ke klinik bersalin untuk melakukan kunjungan ulang, ibu mengeluh merasakan sakit kepala yang hebat, pandangannya tiba-tiba kabur, pada pemeriksaan fisik muka dan tangan ibu odem, tekanan darah 140/90 mmhg, pernapasan 20x/I, nadi 80x/I, temp : 37,5 c, terdapat protein urin pada pemeriksaan urin.
14.  Apakah diagnosa yang tepat pada kasus diatas ?
a.      Kehamilan ektopik      c. Hiperemisis gravidarum      e. pre-eklamsi
b.      Plasenta previa            d. sulutio plasenta
15.  Kasus diatas umumnya terjadi pada kehamilan ?
a.       Trimester I                   c. Trimester III                      e. Trimester I,II,III
b.      Trimester II                 d. Trimester I dan II
16.  Jika tekanan darah 140/90 mmhg dan tanda lain proteinuria ++ disertai odem maka termasuk dalam kategori ?
a.       Pre-eklamsi ringan                c. pre-klamsi berat                   e. semua salah
b.      Pre-eklamsi sedang                 d. eklamsi
17.  Jika TD 160/110 mmHg atau lebih, Proteinuria 5gr atau lebih perliter dan oliguria (jumlah urine <500cc/24 jam) dan rasa nyeri pada efigastrium, terdapat edema paru dan sianosis termasuk dalam kategori ?
a.       Pre-eklamsi ringan                   c. pre-klamsi berat                e. semua salah
b.      Pre-eklamsi sedang                 d. eklamsi
18.  Jika kasus diatas ditambah dengan keadaan kejang maka termasuk dalam kategori ?
a.       Pre-eklamsi ringan                   c. pre-klamsi berat                   e. semua salah
b.      Pre-eklamsi sedang                 d. eklamsi
19.  Komplikasi yang dapat terjadi pada janin dalam kasus diatas adalah ?
a.      Prematuritas dan pertumbuhan janin terhambat
b.      Makrosomia
c.       Anencepali
d.      Hidrocepalus
e.       Semua salah
20.  Komplikasi yang dapat terjadi pada ibu dalam kasus diatas adalah ?
a.      Diabetes Melitus         c. gagal jantung                       e. b,c dan d benar
b.      Gagal ginjal                 d. syok dan kematian

Soal untuk no 21-25
Seorang ibu usia 24 tahun G1P0A0, mengeluh mual muntah, susah tidur, cepat lelah, urin berwarna cokelat seperti teh sejak 2 minggu yang lalu, TD : 100/70 mmhg, Nadi : 80x/i, pernapasan 22x/i, T : 37 c. pada pemeriksaan fisik muka kuning pucat, konjungtiva pucat, sclera kuning, kuku kuning pucat, Hb 10 gr%.
21.  Apakah diagnosa yang tepat pada kasus diatas ?
a.       Kehamilan ektopik      c. Hiperemisis gravidarum      e. pre-eklamsi
b.      Endometriosis             d. Hepatitis kehamilan
22.  Pemeriksaan penunjang yang dilkukan dalam pemeriksaan darah berupa ?
a.       Bilirubin total              c. SGOT dan SGPT                e. a,b dan c benar
b.      Bilirubin direct            d. Kolestrol
23.  Komplikasi yang dapat terjadi pada kehamilan ibu adalah ?
a.       Abortus                                   c. Diabetes Melitus     e. a dan b benar
b.      Partus prematurus                   d. KET
24.  Komplikasi yang dapat terjadi pada janin adalah ?
a.      Prematurus                  c. Makrosomia                         e. a dan b benar
b.      KJDK                          d. Anencepali
25.  Sebagai bidan pendidikan kesehatan yang dapat diberikan adalah ?
a.       Istirahat total
b.      Meningkatkan karbohidrat
c.       Pemberian protei yang sesuai
d.      Menigkatkan lemak
e.       a, b dan c benar




Soal untuk no 26-30
Seorang ibu G1P0A0 usia kehamilan 9 bulan, sudah keluar lender dan darah, his 3x 40 detik dalam 10 menit dan teratur, ditunggu 6 jam tapi kepala janin tidak turun-turun. Pada saat pmeriksaan dalam oleh bidan didiagnosis CPD.
26.  Ukuran panggul manakah yang dipakai menentukan diagnosis tersebut?
a.       Conjungata diagonalis….                 c. conjungata tranversa          
b.      Conjungata obstetrika                         d. conjungata vera
f.       Conjungata oblique
27.  perbatasan dari tepi atas symphysis sampai ke promontorium, tidak dapat diukur secara klinis ( kurang lebih 11 cm ) adalah ukuran ?
a.       Conjungata diagonalis                                   
b.      Conjungata obstetrika            
c.       Conjungata oblique
d.      conjungata tranversa
e.       conjungata vera….
28.  Ukuran panggul mulai dari articulatio saccroilliaka sampai tuber pubicum (12,5 cm) adalah ?
a.       Conjungata diagonalis                                   
b.      Conjungata obstetrika            
c.       Conjungata oblique….
d.      conjungata tranversa
e.       conjungata vera
29.  ukuran panggul antara linea terminalis kiri dan kanan (13,5 cm ) adalah ?
a.       Conjungata diagonalis                                   
b.      Conjungata obstetrika            
c.       Conjungata oblique
d.      conjungata tranversa….
e.       conjungata vera



30.  ukuran panggul mulai tepi bawah symphysis sampai ke promontorium (kurang lebih 12-13 cm) adalah ?
a.      Conjungata diagonalis….                            
b.      Conjungata obstetrika            
c.       Conjungata oblique
d.      conjungata tranversa
e.       conjungata vera

Soal untuk no 31-35
Ny. M GVI PIII AII umur 34 tahun, hamil 29 minggu, datang ke rumah sakit dengan keluhan perdarahan pervaginam merah kehitaman, nyeri perut menetap, gerakan janin tidak dirasakan oleh ibu, sebelumnya ibu mengaku pernah terpleset dan jatuh terduduk. Hasil pemeriksaan DJJ (-), palpasi ditemukan perut teraba keras TD 120/80, Nadi 80 x/menit, Suhu 36OC.
31.  Diagnosis yang dapat ditegakkan pada kasus di atas adalah ....
a.       Vasa previa
b.      Plasenta previa
c.       Solutio placenta
d.      Placenta letak rendah
e.       Hipertensi dalam kehamilan
32.  Faktor predisposisi kasus Ny. M adalah ....
a.       Usia ibu
b.      Riwayat hipertensi
c.       Grandemulti gravida
d.      Kehamilan trimester III
e.       Gerakan janin yang aktif
33.   Komplikasi yang terjadi pada kasus di atas adalah ....
a.       Bayi Baru Lahir Normal
b.      Kecil Masa Kehamilan
c.       Besar Masa Kehamilan
d.      Intra Uterine Foetal Death\
e.       Partus Prematur
34.  Komplikasi yang terjadi pada Ny. M adalah...
a.       Syok sepsis
b.      Syok anafilaktik
c.        Syok haemoragic
d.      Syok neurogenic
e.       Syok hipovolemik
35.  Tindakan yang dapat dilakukan pada Ny. M di RS adalah ....
a.       Vacum ekstrasi
b.      Tirah baring total
c.       Pimpin persalinan
d.      Persiapan seksio sesaria
e.       Pantau kemajuan persalinan

Soal untuk no 36-40
Ny F 36 tahun G1P0A0 hamil 30 minggu datang ke BPM dengan keluhan sejak 3 hari yang lalu waktu bangun tidur mengeluarkan darah merah segar lewat jalan lahir, semakin hari semakin banyak, tidak disertai nyeri perut. Hasil pemeriksaan KU lemah, pucat TD 90/60, Nadi : 90x/i, pernapasan : 22x/i, Hb: 8,4 gr %.
36.     Diagnosa untuk Ny. F adalah....
a.    Ruptura uteri
b.   Abortus iminens
c.    Plasenta previa
d.   Solusio plasenta
e.    Abortus incompletes
37.  Tindakan yang tidak boleh dilakukan oleh bidan pada Ny. F adalah....
a.       Inspekulo
b.      Konseling
c.       Pasang infuse
d.      Palpasi abdomen
e.       Periksa dalam pervaginan
38.  Penanganan yang tepat untuk Ny. F adalah....
a.       Transfusi darah
b.      Konseling dan rujuk
c.       Infus NaCl 0,9 %, dan rujuk
d.      Informed consent dan rujuk
e.       Infus NaCl 0,9 %, informed consent dan rujuk
39.  Komplikasi yang dapat terjadi pada Ny. F adalah....
a.       Syok septic
b.      Syok anafilatik
c.       Syok neurogenik
d.      Syok hipovolemik
e.       Syok hoemorargik
40.  Untuk mempertahankan kesejahteraan janin Ny. F perlu tindakan....
a.       Injeksi vit K
b.      Oksigenasi
c.       Tidur 0,5 duduk
d.      Infus NaCl 0,9 %
e.       Tidur miring ke kiri


   

Tidak ada komentar: